Fibrilasi Atrium

Penyakit ini mungkin tidak banyak diketahui oleh masyarakat awam. Ini merupakan salah satu jenis penyakit jantung yang berbahaya, bisa menyebabkan stroke bahkan kematian.

 


PENGETAHUAN – Fibrilasi Atrium terjadi ketika kondisi serambi jantung berdetak tidak beraturan (lebih cepat). Karena detak yang tidak normal tersebut, jantung memiliki potensi terjadinya stroke, penggumpalan darah, dan kegagalan fungsi dari jantung.

Jantung pada keadaan normal akan berdetak dengan irama yang beraturan (aliran darah lebih teratur dari serambi ke bilik jantung). Namun pada keadaan fibrilasi atrium irama jantung akan mengalami gangguan, maka dari itu serambi gagal mengalirkan darah ke bilik.

Penyakit ini bisa muncul karena penyakit lain, bahkan kepada orang sehat. Waktu terjadinyapun berbeda. Ada yang hanya sesekali ada yang lama hingga berjam-jam, penyakit ini dapat pulih dengan sendirinya.
Meskipun tidak mengancam nyawa, hal ini membutuhkan penangan yang serius untuk menghindari komplikasi. Penanganannya pun dilihat dari keparahan gejala yang dialami penderita.

GEJALA PENYAKIT
Gejala yang umumnya terjadi adalah jantung berdebar (berdenyut lebih cepat dari aslinya). Ada gejala lainnya seperti:
• Pusing
• Napas yang pendek
• Merasa lemas dan lemah
• Nyeri bagian dada
• Kelelahan dalam melakukan aktivitas

PENYEBAB PENYAKIT
Penyakit ini biasanya terjadi jika didalamnya ada gangguan dalam pengantar daya elektro jantung. Denyut jantung menjadi lebih cepat (100-175 denyut/ menit) berbeda dengan denyut jantung normal (60-100 denyut/ menit).
Kondisi medis juga dapat menyebabkan Fibrilasi Atrium, antara lain;
• Kelinan jantung bawaan
• Stress karena penyakit/ opeasi
• Pernah operasi jantung sebelumnya
• Gangguan pernapasan terutama pada saat tidur
• Mengkonsumsi obat, alkohol dan rokok
• Penyakit paru-paru
• Hipertensi
• Serangan jantung
• Jantung koroner

Selain hal di atas, ada faktor lain yang dapat memacu seseorang terkena fibrilasi Serambi:
1. Riwayat penyakit ini dalam keluarga
2. Obesitas/ kelebihan berat badan yang dialami
3. Konsumsi alkohol
4. Faktor usia. Semakin besar usia, semakin rentan akan segala macam penyakit, tidak terkecuali yang satu ini.
Demikian beberapa penjelasan mengenai Fibrilasi Serambi/ Atrium. Kenali gejala pada diri anda dan keluarga, segera periksa ke dokter terdekat agar dapat segera mendapatkan perawatan medis yang sesuai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *